UNISM Bergerak Melawan Mencegah @Covid-19

UNISM Bergerak Melawan Mencegah @Covid-19

UNISM sejak tanggal 16 Maret 2020 telah memberlakukan protokol kesehatan di lingkungan kampus UNISM. Protokol diberlakukan karena adanya kejadian penyebaran Covid-19 di Indonesia. Menanggapi pandemi Covid-19 perlu adanya tindakan nyata agar masalah global ini dapat segera tuntas.

Inovasi yang dibuat adalah menghasilkan olahan Kayu Bajakah menjadi salah satu bahan Hand Sanitizier. Kayu bajakah merupakan tanaman khas dari Kalimantan Tengah yang telah diteliti memiliki fungsi sebagai antimikroba. Oleh sebab itu, pembuatan Hand Sanitizier UNISM menggunakan kayu bajakah. Tim yang membuat adalah dosen dan mahasiswa Jurusan Farmasi Fakultas Kesehatan UNISM. Proses pembuatan dipimpin langsung oleh Bapak Noval, M.Farm., Apt selaku Ketua Program Studi Farmasi UNISM.

Menindaklanjuti Surat Edaran dari Kepala LLDIKTI Wilayah XI No: 207/LL11/KP/2020 pada tanggal 17 Maret 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19) di Lingkungan LLDIKTI Wilayah XI, maka Tim Rektorat UNISM dan Yayasan Indah melakukan pertemuan dengan Prof. Dr. Ir. H. Udiansyah, MS selaku Kepala LLDIKTI Wilayah XI untuk membahas beberapa hal untuk menanggapi kondisi Indonesia saat ini. Ibu Anggrita Sari, S.Si.T., M.Pd., M.Kes selaku Wakil Rektor I UNISM menyampaikan bahwa Rektorat UNISM mengeluarkan Surat Edaran mengenai Pelaksanaan Protokol Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Infeksi Covid-19 di lingkungan UNISM No. 330/E/SM.1/UNISM/III/2020 yang memuat kebijakan dalam bidang akademik dan kemahasiswaan serta area kampus. Beberapa hal yang termuat adalah kegiatan akademik mulai tanggal 23 Maret s/d 05 April 2020 (14 hari) dilakukan melalui pembelajaran E-Learning, pengelola melakukan pekerjaan dirumah namun jika diperlukan sewaktu-waktu siap datang ke kampus, melakukan langkah promotif dalam upaya pencegahan Covid-19, serta pengoptimalan Klinik Pendidikan Sari Mulia (KPSM) untuk mendeteksi dan pencegahan Covid-19.

Foto – Aktifitas pertemuan untuk menanggapi kondisi Indonesia

 

Hand sanitizier karya Jurusan Farmasi diberikan juga kepada Kepala LLDIKTI Wilayah XI. Hal ini sangat diapresiasi karena dapat mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan hasil karya ini dapat memiliki dampak nyata dalam penyebaran Covid-19. Diharapkan hasil olahan kayu bajakah dapat memiliki nilai jual di masyarakat dengan mengikuti mekanisme dan prosedur BPOM.

 

Narasumber: Yeni Widada

Humas UNISM: Ika, Risty, Zeti, Haris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *